Rabu, 28 November 2012

tak bisa lama




hei, mata ini bebas untuk menatap siapa saja. tak ada aturan yang membatasi keleluasaan mata untuk mengamati bahkan menatap lekat-lekat siapa yang dikehendakinya. mata boleh memperhatikan apa saja, termasuk menatapmu lekat-lekat. tapi ada kelemahan di mata ini, mataku tak bisa melakukan apa yang biasanya dia lakukan ketika bertemu orang-orang. mataku tak sanggup menatapmu lebih dari 3 detik, tak bisa lama. padahal aku belum puas memperhatikan rupamu, tingkahmu, tapi mataku tak mau bekerja sama. entah kenapa, mataku akan berpaling jika kamu ada...

Sabtu, 24 November 2012

home-heart


the day we met
frozen I held my breath
right from the start
I knew that I'd found a home for my heart
~~one step closer~~

from : a thousand years 2


Kamis, 22 November 2012

sederhana


bahagia itu sederhana

karena terkadang hal-hal sederhana nan sepele dapat membuatmu menemukan nilai kebahagiaan 
terlebih jika kau tengah dibingungkan oleh segumpal perasaan yang orang-orang sebut cinta
ya, kau akan bahagia ketika dia menghaturkan pertanyaan-pertanyaan sederhana padamu
senyum sumringahmu akan terukir jika dia menyapamu dengan kalimat sederhana

karena cinta membuat segala kebahagiaan datang, pada saat-saat sederhana

-nae : 19 menuju 20, sangat sederhana-

Sabtu, 17 November 2012

seperti apakah?


terbersit dalam hati, seperti apakah suara langit
Gaza, langit Palestine setiap harinya? seperti apakah suara rudal itu? hmm„, mungkin seperti suara langit Depok ketika gluduk menyapa, mungkin seperti suara petir setelah kilat menyambar. Lalu masihkah kita “egois” mengucapkan kata syukur? kita hanya mendengar suara yang memekakkan telinga itu ketika musim hujan. Lalu saudara kita? mereka tak pernah tenang barang sedetik…

Kamis, 15 November 2012

masih "egois" mengucapkan kata syukur?

apa perasaanmu jika rumah, lingkungan. desa, wilayah, bahkan negara yang kau huni tidak aman?
apa yang akan kau lakukan jika setiap detik nyawamu terancam?
apa yang terpikirkan di benakmu saat bergerak sedikit saja kau terancam mati?

aku tak pernah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.. bagaimana dengan mu?

haruskah senang karena negara yang kutinggali aman?

ah, bukan senang jawabannya... tapi harus bersyukur karena negaraku damai (sejauh ini)..

tapi lihatlah.. apakah aku harus "egois" mengucapkan kata syukur ketika melihat poto-poto ini??



Rabu, 14 November 2012 Israel kembali melakukan agresi ke palestina.. sejauh ini 9 orang meninggal syahid termasuk seorang bayi berusia 11 bulan... (ini yang membuatku miris)

setelah itu aku tersadar... selama ini apa yang sudah ku lakukan? apakah hidupku sudah dipenuhi hal2 yang bermanfaat bagi orang lain? atau hidupku hanya dihabiskan bagi kepentingan diri sendiri, perasaan sendiri, sementara di belahan dunia lain saudara2 ku sedang terancam nyawanya, terganggu hidupnya dan bahkan tak bisa mengecap ketenangan barang sedetik.. pasti selalu terdengar gaungan senjata lalu berpikir "siapa yang syahid?"

baiklah, aku memutuskan.. selemah2nya iman adalah dengan berdoa pada Allah, Rabb yang paling aku rindukan... agar tanah palestina suatu hari akan menemukan keterangannya.. bahkan akan menerangi dunia... Amin...


nae : 19 menuju 20... sedikit introspeksi diri di pergantian tahun Hijriah...
tingkatkan kepedulian.... pray for gaza... pray for palestine... pray for islam...

Minggu, 11 November 2012

titipan


malam.. selalu memunculkan segala keindahannya.. menyelimuti jiwa yang tengah dilanda keterpautan.. dan memberi ruang pada hati untuk sekedar menikmati titipan
bahkan sapaan  lembut anginpun akan membuat wajah merona...saat menyentuh titipan
dan sendunya bulan akan melengkapi cerita yang kubuat sendiri dengan sempurna tentang titipan

Ah..semuanya membuatku malu sendiri.. dikala titipan itu hanya datang pada ku tidak padanya juga. 

menjelang maghrib

ah... menjelang maghrib.. matahari telah tumbang.. meninggalkan decak kekaguman dan ucapan terimakasih..

dan mendung?? menghapus semua penat akan kegerahan.. menyisakan basah yang menyegarkan...

hah.. semuanya beranjak meninggalkan sisa-sisa pekerjaan jemari nan indah... dan berlalu menapaki lantai yang dingin

dan aku.. tetap memandangi puing-puing itu..berharap ada yang kembali untuk mengambilnya

menjelang maghrib



-by: mimin AS-